Pengumpan:
Tulisan
Komentar

hanya ingin menulis

ada yang harus di tulis tapi aku tidak tau apa yang harus ku tulis. tapi harus menulis….
mungkin… agar lega rasanya..

ini tentang pilihanku ya tentang aku dan ‘dia’
mungkin terlihat sangat egois dengan keadaan ini,
tapi ini agar tidak terluka lebih dalam lagi…
agar aku bisa liat senyummu lagi walau,
bukan untuk ku lagi…

sakit memang tapi ya harus bagaimana…
aku sudah bertekad untuk tersenyum dan melihat mu tersenyum…
walau dari sisi yang berbeda…

pasti ada jalan, ntuk mu dan untuk Ku…

ups ada yang melintas….
kesempatan kedua… mungkinkah???

ehm…
mencoba perbaiki diri dulu….
untuk kedepan…
Kuserahkan Padamu Tuhan….

suatu hari di pontianak

akhirnya nemu gramed juga di ponti… senangnya…
damai… berjalan2 dilorong2 buku… buka ini, lirik judul yang disana, colek disini jalan kesana…i love that moment :)

jadi inget mama… mama dulu kadang harus memarahi saya karna ingin beli semua buku yang ada. hahahahaha..
tapi tetap tiap bulan beliin bobo atau majalah sejenisnya dah…
alasan mama: kalo novel itu nak kamu hanya lihat 1 sudut pandang, dan dunia ini terlalu kecil jadi kalau kamu hanya melihat dari sudut padang. so yang bisa melihat itu ya majalah :D

mama…
tapi sekarang aku berpendapat, musti novel yang bebobot dan buat aku memikirkan kmbali dan tentunya tidak habis sekalii baca. kalo majalah bisa hbis dibawah 1 jam… jadi kehabisan bahan deh…

mama,
makasih ya karna dirimu yang menunjukan kalau buku adalah sahabat setia… :)

mama…

maafin ya…

aku dan kamu

aku ingin begini, aku ingin begitu
ingin ini itu
banyak sekali…

semua semua dapat dipenuhi
dengan kantong ajaib… keinginan kuat, siap menghadapi kekalahan dan tetap semangat !!

//aku ingin kamu begini aku ingin kamu begitu. Namun, aku tidak ingin begini dan begitu huff (gak ketemu deh)

//aku sedang begini kamu sedang begitu. Namun, aku dan kamu tidak tau sedang ngapain (gak jelas deh)

//aku dan kamu, kamu dan aku (ya sudah masing masing aja deh)

//ini cara ku, bagaimana caraMu???

 

kembali ketitik itu lagi…
untuk hati apa kabar hari ini… jangan ikut-ikutan mood yang sudah bablas lepas landas ke lagit ego

untuk pikiranku. Fokus!!! karna hari ini akan dijalani sekali dan gak kan pernah muncul lagi.. please… jangan mencla mencle…

kalau sekarang belum ada yang buat kalian tenang.
berarti bukan hari ini, belum cukup siap kita untuk merasakan tenang…

untuk hati dan pikiranku
SEMANGAT!!!

190611

sesak sudah… syncronisasi hilang sudah…
sebentar dan pelan melintas, bak luka yang diasami

Dilupakan, shit..
malah dia bermiosis menyebar keseluruh raga dan sukma
titikku adalah waktu untukku,
hanya untuk ku, TanpaMu, tanpa orang lain

aku tidak tau apa yang ada dibenak dan hatimu,
tapi hang ku tau, apa yang kurasa
sakit,,,,

mungkin,
hanya ingin mempermainkanku, buatku luka, atau sekedar menggoreskan luka yang sama
dan membangkinkan yang sebelumnya…
hilang percayaku
seperti dulu dengan susah payah, mempercayai makhluk tuhan yang satu ini
dan
sekarang kembali terulang.. huft

170611
- pecah sudah layaknya bisul keluar semua…
ya harus dikeluarkan
sehabis-habisnya luka yang bernanah itu..
biar lekas sembuh
walau pasti berbekas

jadi inget waktu sekolah dulu disuruh bikin resensi… :d

(mama jadi inget pas waktu kelas 3 diajarin bikin resensi, tetap dirimu mencoret coret tulisan ku karna tidak sesuai dengan EYD katamu :d, walau dirimu menyukai bahasa tulisan ku)

ehm… mungkin nanti buku berupa lembaran (walau e-book n listen book saat ini sudah ada) sudah tidak diproduksi lagi.  toko buku hanya kayak cardreader yang diperjualbelikan… kalo mau baca resensinya tinggal sentuh akan muncul deh…  gak butuh manusia untuk rensensi hanya sekumpulan program aja… :d

…………….

jadi konsep perpustakaan musti berubah.. dan perpustakaan sekarang tinggal sejarah aja :d

lihat ada bola bulat dilangit sore ini
hai … kau terlalu cepat muncul bulan
karna gelap belumlah datang
dia akan datang setelah salam perpisahan langit dan laut
merokah merah, senja

terlalu cepat kau muncul bulan
Namun karna kau udah ad, dengarlah cerita ku…
aku disini sedang merindu pada seseorang dibelahan sana
mencoba menelaah kemabali apakah jalan yang ku pilih ini yang menyebabkan jurang
ya… ini salah satu penyebabnya…

wahai bulan yang muncul terlalu cepat
aku tidak pernah menafikan kemungkinan yang ada
dan akan datang…
tapi aku yakin keadaan ku dengan nya seperti si bisu yang ingin berteriak
memuntahkan isi hati tapi tiada kata terucap…

aku masih disini bulan
masih merindu
tapi ada torehan luka dihati ku
kadang aku berpikir ini apakah ini menunju persimpangan?
sehingga aku harus memilih atau salah satu dari kita memilih?
atau ternyata dia sudah memilih dan itu bukan jalanku?

wahai bulan yang muncul terlalu cepat
aku mulai letih, resah dan marah
apa yang harus ku perbuat?

hai…
sinarmu makin terang
Malam telah menjemputmu
Bahagialah kamu:)
semoga diriku juga merasakan hal yang sama secepatnya….
karna harapan buat kita hidup :)

biasakah?

ini tidak biasa teriakmu
kita sama-sama berontak dengan keadaan

namun,
lelah juga untuk teriak karna satu masih terus berjalan direlnya

aku tau ini tidak biasa,
lambat laun kan terbiasa,
dan semuanya kan biasa,

dan akhirnya sisa asa…

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.