Disusun satu satu dipatut lamat lamat. 2Cangkir telah siap. Dua cangkir biasa yang sudah kekuningan karna wadah teh yang terus menerus. Namun tetap setia menemani kita menyambut malam.
Air seduhan teh diketel itu masih mengepul seiring aroma khas memanjakan hidung.
Kali ini istimewa.
Namun bukan dengan cangkir atau tehnya.
Dengan tenang kau duduk dikursi seberangku. Masih dengan gaya dan pembawaan yang sama.
Aku? Berusaha seperti biasa, seperti yang lalu.
Aku ingin membuka pembicaraan. Tapi kau isyaratkan untuk diam.
Biarkan ini seperti biasa. Karna esok tidak akan biasa lagi…
Ketika malam turun.
Ku gelisah. Dan kau genggam tanganku. “Terima kasih untuk semua”
Ku balas genggamanmu.
“Tidak perlu, semua akan baik-baik saja. Aku janji…”
Aku tau kita sudah akhiri dengan tepat.
Kemudian berlalu dengan perasaan masing-masing…
Dan esok tak kan pernah sama lagi….
